Peran Perempuan Dalam Politik Masih Mendapat Kepercayaan Rakyat, Berikut Paradigma Tokoh Kabupaten Banyumas

Posted on

Jumlah perempuan yang menjadi perwakilan rakyat terus mendapat perhatian dari banyak pihak.

Karena hal ini berkaitan dengan hak hak perempuan dalam panggung politik yang berjalan dalam sebuah dinamika.

Peran perempuan dalam kancah politik Indonesia sampai saat ini semakin mendapatkan perhatian.

Kabupaten Banyumas menjadi salah satu contoh nyata bagaimana suara perempuan mampu menarik perhatian dan kepercayaan publik.

Menurut Atik Lutfiyah, seorang Politikus Perempuan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mengatakan.

Tingkat keterpilihan perempuan masih menjadi tantangan. Meskipun dalam periode lalu partai-partai politik telah memenuhi persyaratan hingga mencapai 30 persen.

“Jika dilihat dari sisi caleg, persyaratan 30 persen dari semua partai harus dipenuhi.

Namun, keterpilihannya yang sampai saat ini belum mencapai 30%,” katanya, Senin (1/7/2024).

Bahkan, menurutnya di tengah dinamika ini dukungan masyarakat terhadap perempuan di panggung politik tetap menunjukkan tren yang positif.

Pada periode sebelumnya, ada 11 perempuan yang terpilih, dan tahun ini jumlah yang terpilih tetap sama, yaitu 11 perempuan.

Namun, satu partai memutuskan untuk mengganti caleg perempuan dengan laki-laki karena kebijakan internal.

Sehingga jumlah perempuan terpilih menurun menjadi 10. Meskipun demikian, dukungan masyarakat terhadap caleg perempuan tetap tinggi.

“Masyarakat sangat mendukung, terbukti dari 11 perempuan yang kemarin terpilih dan saat ini 11 perempuan juga terpilih kembali.

Itu menunjukkan bahwa kami sebagai perempuan dipercaya oleh masyarakat dan suaranya juga relatif tinggi,” katanya.

Atik juga menjelaskan dengan jumlah caleg perempuan yang terpilih tetap stabil, dukungan yang diberikan oleh masyarakat menunjukkan kepuasan atas kinerja mereka.

Strategi yang diterapkan oleh para politikus perempuan, yang fokus pada pemenuhan janji-janji kampanye dan keterlibatan aktif di masyarakat, menjadi faktor kunci dalam meraih dukungan ini.

Oleh karena itu, para politikus perempuan bertekad untuk terus menjaga hubungan baik dengan masyarakat sepanjang masa jabatan mereka.

Mereka menyadari bahwa kepercayaan publik adalah aset yang harus dijaga dengan baik.

“Oleh karena itu, kami perempuan berusaha keras untuk tidak mengecewakan masyarakat yang telah memberikan dukungan dan suara mereka,” kata Atik.

Dengan menjaga integritas dan komitmen, para perempuan di panggung politik berharap dapat menciptakan perubahan yang nyata dan positif bagi komunitas mereka.

Mereka percaya bahwa masyarakat akan selalu mencatat dan mengamati kinerja para wakil mereka, dan hanya mereka yang benar-benar peduli dan bekerja.

“Termasuk untuk kepentingan publik yang akan mendapatkan dukungan berkelanjutan,” ujar Atik.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *